"Hei !! Apa itu ?!" teriakan Lily mengejutkan Doni yang ada di sebelahnya. Lily melihat boneka berdiri di loteng rumah besar yang sudah berdiri sejak tahun 1956.
Malam itu Lily, Doni, Deni, dan Reva baru pulang les. Mereka baru sadar tentang hal itu saat Lily melihat boneka itu, padahal mereka sering melewati rumah itu. Dan warga sering membicarakan kengerian rumah itu, tetapi mereka berempat tidak menghiraukannya. Orang-orang sekitar situ juga ketakutan jika malam hari melewati rumah besar itu.
"Padahal kita sering lewat sini, tapi kenapa baru nyadar sekarang ya? Hi... ngeri..." ucap Reva menatap boneka itu dengan ketakutan. Reva memang penakut. Mata boneka itu menatap mereka berempat. Deni dan Reva menampakan wajah yang tidak terkejut tetapi sebenarnya mereka takut, "Waduh, cepetan dong," gumam Reva.
"Pulang aja yuk, ngapain lama-lama disini? Lagipula ini sudah malam," Deni mengajak teman-temannya pulang dengan alasan sudah malam, tetapi itu memancing Doni untuk meledek Deni yang penakut itu, "Hahaha... takut ya???" "Apa? Ngga kok, kenapa mesti takut?" Deni mengelak, "Jujur aja lagi, hehehe..." Doni mengakhiri ledekannya itu.
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan pulang, di perempatan yang tidak jauh dari rumah itu mereka berpisah, Lily dengan Reva, Doni berjalan sendiri, begitu pula dengan Deni.
Di jalan, Reva bertanya pada Lily, "Kenapa tiba-tiba kamu melihat ke rumah itu? Dan mengejutkan kami karena ada boneka di lotengnya." "Tadi aku lagi iseng aja lihat-lihat, eh ada gituan," jawab Lily.
Sementara itu, Doni berjalan sendiri masih memikirkan hal itu, "Itu boneka biasa atau beneran dimasuki ruh? Udah ah, cepetan pulang aja." gumam Doni.
Begitu juga yang terjadi pada Deni yang berjalan sendiri, dia penakut dengan hal-hal yang seperti itu, "Huh! Kenapa mesti berpisah coba? Gue jadi jalan sendiri, udah malem lagi, ah mending gue lari aja!" Deni berlari menuju rumahnya.