Sore itu, 18 Desember 2017, baru saja aku pulang dari kos teman setelah berlatih untuk persiapan ujian. Bahkan sebelum pulang aku sempat tertawa bahagia melihat broadcast pernikahan Taeyang Bigbang dengan Min Hyorin. Kira-kira mendekati jam 4 sore aku sudah di kosku kembali. Istirahat, tiduran, buka youtube. Kemudian aku ingin melihat chat Line, siapa tau ada chat dari kelompok. Bukan grup chat yang kulihat, melainkan dua atau tiga broadcast dengan arti kalimat yang sama, Jonghyun SHINee dikabarkan meninggal dunia. Sangat tidak percaya. Aku tidak berteriak, histeris, atau semacamnya, aku hanya diam mengernyitkan dahi dan mulutku menganga, "ha?" batinku terus berkata "apaan nih?" "masa SHINee?" "lah kan masih muda" "kecelakaan?" "main drama kali nih ya" "plis ini cuma akting kan ya" "SHINee loh ini" "masa SHINee sih" pertanyaan mewakili ketidak percayaan hanya dengan membaca broadcast berupa sepenggal kalimat. Lalu aku buka home official accont tersebut, dan... bam! seperti semuanya runtuh, ternyata ini bukan adegan drama, ini benar-benar shinee, ini benar-benar Kim Jonghyun dari SHINee, grup senior yang tetap tampil fresh. Di artikel hanya tertulis tentang pernyataan polisi. Dikabarkan meninggal pada 6 sore waktu korea selatan. Sempat kurunut lagi, jika 6 sore KST, itu berarti jam 4 sore WIB ketika aku dengan santainya tiduran sambil buka youtube. Aku membuka kabar ini pada sekitar jam 6 sore WIB, berarti dua jam yang lalu T.T ketika itu aku belum menangis, karena aku fokus pada artikel-artikel yang ada di berbagai OA.
JH tidak hanya penyanyi, tapi dia musisi yang hebat. JH baru saja sukses menyelesaikan konser tunggalnya satu minggu sebelum dia memutuskan pergi, merampungkan syuting acara tv episode malam natal, menggarap proyek solonya yang dijadwalkan rilis pada Januari 2018, dan memiliki jadwal konser SHINee di Jepang pada Februari 2018, tetapi dia juga punya hal terpendam yang para penggemar terlambat menyadari, dan akhirnya dia memilih pergi.
Grup chat berisi teman SMA ku kemudian ramai, aku dan satu temanku sangat fokus membahas kejadian ini. Ketika itu aku berharap itu tidak benar, aku berharap dia kembali hidup, aku berharap dia masih bisa diselamatkan karena ada kabar bahwa dokter masih mengusahakan. Melihat foto penggemar di depan rumah sakit di korea sana, sangat sedih. Hingga pada tengah malam, SM Entertaiment, agensi SHINee, memberi klarifikasi benar bahwa JH telah meninggalkan kita semua.
Aku masih tidak percaya SHINee tinggal 4 orang, bahkan di hari kedua, ketiga, aku masih tidak percaya, aku kembali melihat video-video dimana ada JH, bahkan beberapa hari sebelum berita ini aku baru menonton acara tv korea dimana SHINee jadi bintang tamu. Secara ekstrim berharap dia ternyata masih hidup, tapi tidak mungkin. Aku sadar, ini proses denial. Aku melirik pada Onew, Taemin, Key, dan Minho.. bagaimana keadaan mereka.. kuharap mereka tetap kuat.
Di hari pemakamannya, sangat kebetulan ada benda langit berwarna pearl aqua, sama seperti warna Shawol, ada yang bilang itu bulan. Dengan berbagai spekulasi, aku hanya berpendapat, baiklah.. ini akan sedikit menenangkan Shawol. Aku percaya itu semua kehendak Allah Swt.
Kejadian ini sangat dihormati stasiun tv korea, di akhir acara musiknya, mereka lakukan secara hening, hingga acara musik akhir tahun pun memutar video penghormatan terakhirnya pada mendiang Jonghyun SHINee. Artis SM Entertainment juga mengenakan pita hitam dengan tulisan warna pearl aqua, R.I.P JH.
Sejak kabar ini mencuat, berita di beberapa negara bahkan di Indonesia memberitakan kejadian ini. Ini sangat membuktikan kepopulerannya yang mendunia. Aku sempat sedih ketika terlintas pemikiran, "ketika bias lo masuk tv indonesia karena berita meninggal dunia".
Ini adalah kejadian paling memukul keras Shawol dan penggemar korea, khususnya k-popers seluruh dunia di tahun 2017. May he rest in peace.