Rabu, 02 Januari 2013

Loving You (Part 2)


Title     : Loving You
Author  : Yeonhee (me)
Genre   : Romantic
Cast     : - Hwang Gyu Ri
             - Lee Sung Min
             - Hwang Gyu Mi (Gyu Ri's sister)
             - Kim Hee Chul (Sung Min's friend, Super Junior) --cameo--
             - Kim Jong Jin (Yesung's brother, Gyu Ri's friend) --cameo--
             - dan akan menemukan tokoh2 lainnya di dalam ff ini



-Hwang Gyu Ri-

-Di rumah-

          Aku pulang diantar Heechul oppa, dia baik sekali, baru pertama kali bertemu sudah mau mengantarku pulang. Aku melambaikan tangan saat Heechul oppa pergi. Aku masuk ke dalam rumah. Ternyata Gyu Mi eonni melihatku diantar Heechul oppa--lelaki selain Sungmin oppa-- melalui jendela di ruang tamu. Begitu aku masuk, Gyu Mi eonni berjalan mendekatiku, dan merangkulku.
          "Hwang Gyu Ri-ssi annyeong... sudah pulang adikku tersayang... diantar siapa barusan?" eonni bertanya padaku. Tentu saja aku menjawabnya.
          "Itu tadi Heechul oppa, Kim Heechul, dia teman Sungmin oppa, katanya Sungmin oppa ommonim sedang tidak sehat, sehingga tadi aku tidak jadi bertemu dengannya, malah bertemu dengan Jongjin dan Heechul oppa," jawabku sambil balas merangkul eonniku satu-satunya itu.
          "Eh? Kim Heechul? Yah... Dia itu satu fakultas denganku dulu, dia digemari banyak wanita, tapi jangan salah, teman-temannya pria semua," sesekali dia mendekatkan mulutnya ke telingaku.
          "Oh... eonni menyukainya? Hahaha..." aku sedikit menggodanya.
          "Anniya, aku tadi hanya menceritakan sedikit tentang dia, apa salah?" kakakku yang tadinya merangkulku sekarang berdiri di hadapanku. "Sudah sana, lebih baik kau tidur saja. Aku masih ada pekerjaan. Jaljayo..." dia mengarahkanku ke kamar, lalu dia kembali ke meja komputer mengerjakan apa yang menjadi pekerjaannya.



-Di kamar Gyu Ri-

          Aku merebahkan tubuhku ke tempat tidurku, aku memejamkan mata, sesaat aku mendapat pesan masuk, aku lihat itu dari Sungmin oppa! Aku buka pesannya, dan berisi...
          "Annyeong chagi, mianhae aku tidak menepati janjiku untuk menemuimu. Tadi saat aku sedang bersiap-siap menemuimu, aku mendapat telepon dari adikku, dia bilang umma sakit, jadi aku pulang. Parahnya lagi, saat aku mau menghubungimu (setelah adikku telepon), ponselku mati. Baru aku charge tadi, jadi baru bisa mengirim pesan untukmu. Chagi-ya mianhae, jeongmal mianhae..."
          Tanpa aku sadari, air mataku menetes, aku memikirkan Sungmin oppa yang tidak jadi datang tadi sampai-sampai dia baru pulang setelah 4 jam di Mouse Rabbit, tapi aku juga sedih karena Sungmin oppa ommonim sakit, ditambah lagi aku merasa sangat lelah hari ini. Akhirnya aku membalas pesannya.
          "Annyeong oppa.. Oppa, naneun gwaenchana. Untung tadi ada Jongjin, aku tadi ikut bantu-bantu di cafe loh, haha... Oya, ahjumma semoga cepat sehat kembali ya, besok aku ingin ke rumahmu, boleh kan? Ah satu lagi, akhirnya tadi aku bertemu Heechul oppa, dia yang mengantarku pulang, hihi..." lalu aku kirim pesanku. Tidak menunggu lama, ada telepon dari Sungmin oppa, tentu saja aku langsung menerimanya.
          "Annyeong oppa!" ucapku senang.
          "Annyeong! Gyu Ri-a, kau  benar-benar ingin ke sini? Kau benar-benar perhatian, aku tidak salah memilihmu, haha.. aku dan umma pasti akan sangat senang sekali!" oppa terdengar gembira saat dia tau aku akan ke rumahnya.
          "Ne oppa, lagipula sudah lama aku tidak bertemu ahjumma dan yang lainnya,"
          "Kau mau naik apa ke sini? Apa aku perlu meminta bantuan Kyuhyun-ssi untuk menjadi sopirmu?"
          "Tidak usah oppa, dia kan sedang di Jepang, walaupun besok sudah pulangpun aku tidak mau mengganggunya, pasti dia lelah. Aku bisa naik mobil sendiri atau bersama Gyu Mi eonni, anni, dia sedang sibuk, kalau begitu besok pagi aku berangkat sendiri," jawabku dengan pasti.
          "Kau yakin?"
          "Geurom! Ah oppa, aku mulai mengantuk,"
          "Ah... ya sudah kalau itu maumu. Kau mengantuk? Bersediakah kau mendengarkan bila aku menyanyi untukmu? Untuk mengantarmu tidur, sehingga kau mendapatiku di mimpimu,"
          "Tidak usah kau nyanyikan pun kau sudah hadir dalam mimpiku, hihi..." aku sedikit merayu. "Okay, menyanyilah oppa, aku akan mendengarkannya, gomawo oppa, saranghae," dan Sungmin oppa benar-benar menyanyi.

-Hwang Gyu Ri POV END-


-Di rumah Sungmin, di kamar-

-Lee Sung Min POV-

          Aku bercakap-cakap dengannya melalui telepon. Walau jarak jauh, ini lebih baik daripada aku tidak berbincang dengannya dalam satu hari ini. Ah dia mengantuk, aku menyanyikan lagu ballad kesukaannya. Setengah lagu sudah kunyanyikan, eh tetapi sepertinya sudah tidak ada suaranya lagi, apa dia tidur? "Chagi-a, kau sudah tidur?" aku bertanya di telepon, tetapi tidak ada jawaban, itu artinya dia sudah tidur, "Jaljayo chagi, nado saranghae.." setelah mengucapkan itu, aku pun tidur. Aku menunggu hari esok, saat dia datang ke sini.

-Lee Sung Min POV END-


-Esok pagi di rumah Hwang Gyu Ri-

-Author, reader POV-

          Hari ini Gyu Ri akan pergi ke rumah orang tua Sungmin, biasanya sebelum berkegiatan dia akan menulis kegiatannya itu di buku diarynya dan diary itu akan dia bawa selalu. Dia menulis di kamarnya,
          "14 Desember 2012, hari ini aku akan ke rumah Sungmin oppa, ehm...atau lebih tepatnya rumah orang tua Sungmin oppa ^^ akhirnya setelah sekian lama aku tidak ke sana, aku bisa ke sana juga sekarang ^^ Aku ke sana untuk menjenguk Sungmin oppa ommonim, katanya beliau sakit :( aku sangat berharap dia sembuh dan selalu sehat, agar dia bisa melihatku menikah dengan Sungmin oppa, hihihi... :D Baiklah aku akan berangkat sekarang, aku sudah siap!"
           Dia memasukkan diary itu ke dalam tasnya, dia menghampiri kakaknya di ruang makan, dia duduk lalu makan.
          "Uri Gyu Mi eonni, aku mau menjenguk menjenguk Sungmin oppa ommonim di rumahnya," katanya di sela-sela makan.
          "Naik apa kau kesana?" tanya Gyu Mi.
          "Ah seperti tidak tau saja, tentu naik mobil," jawab Gyu Ri.
          "Eh? Ya! Kalau kau naik mobil, aku ke kantor naik apa dong?!" Gyu Mi terkejut karena adik kesayangannya mau naik mobil sendiri.
          "Yah... kau kan bisa naik kendaraan umum...jebal..." Gyu Ri memohon izin Gyu Mi.
          "Kenapa tidak kau saja yang naik kendaraan umum, aku belum rela kau pergi sendiri dengan mobil itu, apalagi dengan jarak yang lumayan jauh," Gyu Mi menjawab dengan rasa ketidakrelaan.
          "Tak apalah eonniku sayang... Sekali saja, ya..." Gyu Ri mengeluarkan jurus puppy eyesnya.
          "Hm... Dengan menyebut nama Tuhan semoga kau baik-baik saja ya, hati-hati," akhirnya Gyu Mi mengizinkan Gyu Ri.
          "Kyaaa... eonniku sayang... gomawoyo... muuaachh.." Gyu Ri memeluk kakanya dan mencium pipi kakaknya itu.
          "Sudah, sekarang selesaikan makan," Gyu Mi berkelit dari pelukan Gyu Ri. Gyu Ri hanya tertawa kecil, lalu melanjutkan makan.

          Setelah makan, dia masuk lagi ke kamarnya. Dia menatap seluruh sudut kamarnya. Memandangi fotonya dengan Sungmin sewaktu di Namsan, ada lagi foto mereka saat bermain ski saat musim salju kemarin. Dia mengambil foto-foto itu dan mengusapnya lalu mengembalikannnya lagi. Dia mulai berjalan menyusuri sisi-sisi kamarnya, melihat piagam-piagamnya yang terpajang di dinding kamarnya, piagam-piagam itu adalah pencapaiannya saat masih sekolah dulu. Dia tersenyum melihat piagam-piagam itu, dia mengingat saat dia menerima penghargaan itu. Begitu bahagianya dia di saat-saat itu, tapi dia berpikir dia akan lebih bahagia saat dia menikah dan membentuk rumah tangga bersama Sungmin, oppa yang paling dia sayangi. Dia duduk lagi, dan mengeluarkan diary dari dalam tasnya, dia menulis lagi, kali ini di halaman paling belakang.
          "Sungmin oppa, nan jeongmal saranghaeyo! ^^ kau berjanji kan akan selalu menjaga, menyayangi dan mencintaiku kan? Karena aku akan berjanji seperti itu. Kita akan menikah dan membentuk rumah tangga yang bahagia kan oppa? Aku percayakan itu padamu oppa :) Tapi..... tidak menutup kemungkinan aku akan mengizinkanmu mencintai wanita lain jika aku meninggalkanmu duluan oppa :( tapi aku akan tetap mencintaimu. Percayalah, kau tau itu kan? Kau selalu bilang "percayalah" padaku, dan kini aku gantian mengucapkan itu padamu :D sekarang aku akan ke rumahmu oppa ^^ tunggu aku ya!"
          Itu yang dia tulis di halaman paling akhir buku diarynya. Dan kini dia mengambil tasnya dan keluar kamar. Dia menghampiri kakaknya.
          "Eonni, aku berangkat ya," katanya sambil memeluk Gyu Mi.
          "Dongsaengiya, jaga dirimu baik-baik, arratji?" Gyu Mi membalas perkataan Gyu Ri dan membalas pelukannya.
          "Arraseo, kau juga harus menjaga diri baik-baik untuk menungguku, haha.. Aku disana selama 3 hari, jadi 4 hari lagi aku sudah disini lagi," Gyu Ri melepas pelukannya. Kemudian dia ke garasi, saat di dalam mobil, dia say bye lagi pada kakaknya.
          "Eonni, annyeong... See you!" dia melambaikan tangannya.
          "Annyeong, hati-hati, see you!" Gyu Mi juga melambaikan tangannya pada Gyu Ri.
          "Saranghae eonni,"
          "Nado saranghae, gidarilkeyo," lalu Gyu Ri menutup kaca jendela mobilnya. Lalu dia pergi.


-Di rumah Sungmin-

-Lee Sung Min POV-

          Hari ini dia akan datang ke rumahku, aku sangat senang, terlebih nae ommonim, beliau sangat senang mendengarnya ketika aku katakan bahwa Gyu Ri akan ke rumah kami, haha.. Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya di rumah ini.
          "Sungmin-i.. apa dia jadi ke sini?" tanya nae ommonim saat aku kembali ke kamarnya.
          "Geurom, tunggu saja umma," jawabku. "Kalau begitu aku akan menelponnya," aku mengambil ponselku dari saku celanaku. Aku menelponnya.
          "Yeoboseyo," terdengar suara dari seberang sana.
          "Gyu Ri-a, kau dimana sekarang? Kau benar-benar akan ke sini kan?" tanyaku sambil melihat ibuku.
          "Ne oppa, sekarang aku sedang di jalan, menuju rumahmu, tunggu ya oppa.. Kalian di rumah saja kan?" jawabnya.
          "Geurae.. neol gidaryo chagi. Umma menunggumu disini. Hati-hati kau," kataku sambil tersenyum melihat ibuku dan mengenggam tangannya.
         "Ne oppa, sudah ya, aku sedang di jalan, see you," katanya.
         "Arraseo, see you." dan aku pun memutus hubungan teleponku. Aku berdoa agar dia selamat sampai di sini.

-SKIP-


-Di rumah Sungmin, malam hari-

-Hwang Gyu Ri POV-

          Akhirnya aku sampai di rumah Sungmin oppa, aku menekan klakson mobilku untuk meminta tolong dibukakan pintu gerbang. Dan ternyata yang membukakan pintu gerbang adalah Sungmin oppa sendiri, wah aku terkesan...
          "Oppa, kau yang membukakan pintu gerbangnya, tau saja kalau aku yang datang?" kataku setelah membuka kaca jendela mobil.
          "Karena kau yang aku tunggu-tunggu, dari tadi aku membukakan pintu gerbang setiap ada tamu, tetapi ternyata yang dari tadi itu bukan kau, haha... Eh untuk apa kita mengobrol disini, masuklah, silahkan tuan putri," Sungmin oppa mempersilahkan aku masuk, aku tertawa kecil.
          Kemudian aku keluar dari mobil dan memeluk Sungmin oppa yang sedang berjalan ke arahku.
          "Bogoshipda oppa..." kataku.
          "Nado... kau pasti lelah, ayo ke dalam," ajaknya. "Kau tau? Ibuku juga mununggumu," lanjutnya sambil kami berjalan.
          "Jeongmalyo?" aku pastikan perkataan Sungmin oppa. "Kalau begitu aku akan ke kamarnya," baru saja aku hendak berlari menuju kamar ahjumma, Sungmin oppa mencegahku, "Eits, kau itu dari luar, bersihkan dulu badanmu, mandilah dulu sana," haha..benar juga kata Sungmin oppa, baiklah aku mandi.
          Setelah mandi, berpakaian dan menyisir rambutku, aku berjalan menuju kamar ahjumma, aku mengetuk pelan pintu kamarnya, "Ne, masuklah," setelah terdengar jawaban dari dalam, aku buka perlahan pintu kamarnya. Setelah terbuka seluruhnya, aku melihat siapa yang ada di dalam dan berteriak, "Ahjumma.. bogoshipda.." aku berlari sambil merentangkan tangan karena aku ingin memeluk ahjumma, aku rindu sekali dengannya.
          "Gyu Ri-a, nado.. Kapan kau datang? Kau sudah mandi? Wah pasti Sungmin menyembunyikan kedatanganmu, dimana anak itu?" Sungmin oppa ommonim menyambutku dengan gembira, aku senang sekali, eh tunggu sebentar, Sungmin? Aish, aku juga tidak tau sekarang dia dimana.
          "Mianhamnida, saya juga tidak tau Sungmin oppa ada dimana, setelah mandi dan merapikan diri saya langsung ke sini," aku tertunduk sambil memegang tangan ahjumma.
          "Gwaenchana, mengapa kau minta maaf, anak itu memang sering menghilang sendiri, lalu dia akan muncul lagi, kebiasaannya kalau di rumah," ucapnya sambil tertawa kecil saat mengucap kalimat 'kebiasaannya kalau di rumah'
          "Geuraeyo? Ah... begitu rupanya... dia ada-ada saja, haha..." jawabku. Kemudian orang yang baru saja dibicarakan datang, Sungmin.
          "Dari mana kau? Mengapa kau tak memberitahu kedatangan Gyu Ri padaku?!" tanya ahjumma pada anaknya yang satu itu.
          "Tadi aku dari kamar Sungjin, aku melihat dia sedang apa, ternyata dia sedang bermain dengan blognya, dan aku lihat ada pesan dan panggilan telpon dari seorang wanita saat aku diam-diam membuka ponselnya, ku rasa wanita itu adalah yeojachingunya, hihi.." jawab Sungmin oppa, dia, bukannya minta maaf pada ibunya, malah bicara kemana-mana. Sungjin pun datang.
          "Ya! Hyung! Kau membuka ponselku ya? Ponsel ini tadinya terkunci, tapi kenapa saat aku lihat lagi sudah tidak terkunci? Dan itu sesaat setelah kau pergi dari kamarku!" dia marah-marah pada Sungmin. Mungkin dia tak melihatku yang sedang duduk di sebelah ibunya ini?
          "Ah, chamkkanman, kau Gyu Ri noona, annyeonghaseyo.." dia berubah ramah saat bicara padaku, dia tersenyum dan membungkukkan badannya. Tentu ku balas salamnya, "Annyeong Sungjin-ssi," dengan sedikit membungkukkan badanku juga.
          "Gyu Ri-a, kau belum makan kan? Makanlah. Sungmin, apa yang kau lakukan, ajak dia makan," ucap ahjumma. Beliau sangat ramah padaku, dia menerimaku, jadi aku juga sangat menyayanginya. "Gomapseumnida ahjumma.." aku tersenyum dan sedikit membungkukkan badanku. Dan aku makan ditemani Sungmin oppa.

-SKIP-

          1 hari disini, menyenangkan sekali, aku bisa membantu menjaga ahjumma, yang akan menjadi mertuaku kelak, hihihi... Aku juga bisa bertemu Sungmin oppa setiap saat. Rasanya senang sekali.

          2 hari disini, aku masih menunggu bagaimana hari ini, ini masih pagi, aku juga baru bangun tidur, aku langsung mandi, lalu aku ke luar, aku ke ruang makan, ternyata semua ada disitu sedang makan.
          "Gyu Ri-a, kau sudah rapi, makan sini," ajak ahjumma, eh? beliau makan di ruang makan? Rasanya kemarin aku mengantar makanan ke kamarnya, dan beliau makan di kamar. Tapi baguslah.
          "Ahjumma, kau sudah sehat?" tanyaku.
          "Ya, benar sekali, aku juga merasa lama sekali tidak makan di meja makan ini, apalagi sekarang ada kau, kita makan bersama," jawabnya.
          "Wa... aku senang sekali..." kataku.
          "Chagi-a, daripada kau berdiri saja disitu, lebih baik kalau kau makan, aku sudah siapkan tempat duduk untukmu, disini, di sebelahku, dan ini, sudah ku persiapkan makanannya," ucap Sungmin oppa. Kemudian dia berdiri mengahmpiriku, dan menuntunku ke kursi yang telah dia persiapkan untukku.
          "Ya! Oppa! Apa aku mesti dituntun seperti ini?!"
          "Ini lebih baik, saranghae," balasnya.
          "Nado, hihi.." aku tersenyum. Lalu kami makan.

-SKIP-

-(masih) Hwang Gyu Ri POV-

          Malam aku sedang di kamar, aku berbicara dengan kakakku lewat telepon, kami mengobrol kira-kira sudah setengah jam. Aku dengar pintu kamar diketuk dari luar, aku menyudahi telpon dengan kakakku. "Nugu-ya? Buka saja," balasku. Ternyata itu Sungjin.
          "Sungjin-ssi, ada apa?" tanyaku. Karena dia terlihat buru-buru.
          "Gyu Ri noona, ppalli, ada yang penting! Ikut aku!" katanya. Dia menarik tanganku, terpaksa aku ikut berlari. Ternyata dia membawaku ke halaman rumah bagian belakang. Dia menghentikan langkah larinya, aku juga berhenti. Kami berjalan.
          Wah... sudah ada lilin lilin tersusun membentuk lambang cinta. Dan... ada ahjumma dan Sungmin oppa! Mereka sedang duduk di bangku, dan mereka berpakaian sangat rapi. Saat melihat Sungjin dan aku datang, Sungmin oppa berdiri dan berjalan menghampiriku. Sambil menyanyikan lagu grupnya tahun 2007, Marry U. Aku terkejut saat dia menyanyikan lagu ini secara solo.


Love oh baby my girl
Geudaen naui jeonbu nunbushige areumdaun
Naui shinbu shini jushin seonmul
Haengbokhangayo geudaeui kkaman nuneseo nunmuri heureujyo
Kkaman meori pappuri dwel ddaeggajido
Naui sarang naui geudae saranghal geoseul na maengsehalgeyo

Geudaereul saranghandaneun mal pyeongsaeng maeil haejugo shipeo
Would you marry me? Neol saranghago akkimyeo saragago shipeo

Pyeongsaeng gyeote isseulge (I do) Neol saranghaneun geol (I do)
Nungwa biga wado akkyuhjumyeonseo (I do)
Nuhreul jikyuhjulge (My love)

Nawa gyeolhonhaejullae? I do
 

          Jantungku berdegup kencang. Tambah kencang saat dia semakin dekat denganku. Tatapanku kini hanya fokus padanya. Saat sudah di depanku, dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya, dia berlutut, dia membuka kotak itu, cincin! dan dia berkata, "Gyu Ri-a, Hwang Gyu Ri, would you marry me?" jelas saja aku terkejut mendengarnya.
          "Oppa.." aku menangis terharu. "Oppa, tapi.. ku rasa.. kita masih terlalu muda untuk menikah.." aku masih dalam tangisan, aku melihat kesungguhan dari Sungmin oppa.
          "Uljima chagi-a, kita bisa bertunangan terlebih dahulu, itu sebagai tanda bahwa kita sudah akan dipersatukan," jawabnya masih dalam posisinya. "Hwang Gyu Ri, bersediakah kau menjadi tunanganku?" dia bertanya lagi, tangisku makin deras.
          Perlahan, dengan sesenggukan aku menjawab pertanyaan darinya, "Ne oppa,"
          Setelah mendengarnya, kemudian dia melepas cincin dari tempatnya, dia berdiri dan memakaikannya padaku. "Chagi-a, cincin ini untuk sementara saja, kita akan atur jadwal pertunangan kita," ucapnya sambil mengusap air mataku. "Gomawoyo.." dia memelukku erat. Dia melepas pelukannya, mengecup keningku dan kemudian tanpa disangka, dia mengecup bibirku lembut. Setelah cukup lama, dia melepas kecupannya, tangisanku mulai reda, aku bisa bernafas sekarang. Dan ternyata ada Sungmin oppa ommonim dan Sungjin di samping kami. Aku jadi malu!
          "Saranghae," ucap Sungmin oppa, sambil tersenyum.
          "Nado saranghae," aku menjawabnya.
          "Chukkahae noona," aku melihat Sungjin, sepertinya dia tersenyum gembira.
          "Uri Gyu Ri, saranghae, gomawo.." wah bahkan Sungmin oppa ommonim mengucapkan itu padaku. Aku gembira mendengarnya. Aku tersenyum lebar, entah apa yang akan ku lakukan, senyum atau tertawa atau menangis? Entah, yang jelas aku bahagia malam ini. "Gomawo Sungmin oppa," ucapku dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
END sampai sini. Masih ada lanjutannya loh...
Bersediakan kalian menunggu? Oke lah... ^^ See you...
Gamsahamnida :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar