"Gimana caranya ikut students exchange?"
"Kegiatannya apa aja selama students exchange?"
Mungkin itu adalah pertanyaan yang terbesit di pikiran teman-teman tentang students exchange atau pertukaran pelajar/mahasiswa, apalagi jika teman-teman belum pernah terpapar dengan cerita pengalaman dari orang lain tentang students exchange. Begitu juga aku dulu ketika masih awam, belum mengenal students exchange.
So, here I am. Disini aku akan berbagi pengalamanku mengikuti students exchange. Bagian ini akan menceritakan mulai dari pendaftaran hingga gambaran umum kegiatan yang aku dan teman-temanku jalani. Sebelumnya, aku ingin menyampaikan terlebih dahulu bahwa perjalananku ini adalah yang pertama, jadi aku hanya memiliki referensi yang sangat terbatas :)
Selamat membaca!
Students exchange, pertukaran pelajar, dimana pelajar dari suatu sekolah/perguruan tinggi belajar di luar negeri di salah satu mitra lembaga mereka (begitu dari Wikipedia). Program ini membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelajar untuk dapat memahami sistem akademik maupun budaya di negara tujuan.
Perjalanan ini dilaksanakan pada tahun 2019. Ketika itu, aku adalah mahasiswa semester 6. Sebenarnya, program students exchange ini dapat diikuti oleh mahasiswa semester 4, tetapi ada beberapa hal yang membuatku memutuskan untuk baru mendaftar di semester 6, salah satunya karena ini adalah kesempatan terakhir bagi angkatanku. Apa lagi kalau bukan karena tahun depan sudah sibuk skripsi atau bahkan sudah kelulusan, hehe
Negara tujuanku saat itu adalah Thailand. Universitas yang dituju adalah Ramathibodi School of Nursing, Faculty of Medicine Ramathibodi Hopital, Mahidol University. Sudah terjalin kerjasama antar universitas untuk melaksanakan program students exchange. Setiap tahun terjadi pertukaran mahasiswa, baik teman-teman dari Thailand ke Indonesia, maupun dari Indonesia ke Thailand (setidaknya begitu di program studiku). Program ini berjalan selama dua minggu.
1. Cara daftar?
Akan aku jelaskan dulu bahwa program ini adalah beasiswa dari prodi dan kami berangkat secara tim. Ketika itu dibuka untuk 10 mahasiswa prodi Keperawatan untuk berangkat ke Thailand. Jadi tenang saja, kita tidak sendiri disana, apalagi untuk pemula seperti aku ini haha
Oke, kita mulai dari sumber informasinya. Untuk dapat mengetahui informasi mengenai students exchange teman-teman bisa dapatkan di prodi. Biasanya, pengumuman akan secara luas disebarkan, seperti terpasang di dinding mading atau melalui chat broadcast, apalagi jika sudah berjalan secara rutin pasti banyak informasi dari kakak-kakak tingkat. Di pengumuman akan tertulis negara tujuan, nama universitas, tanggal perjalanan, dan persyaratan yang dibutuhkan.
Saat itu aku menyiapkan CV (curriculum vitae), esai berbahasa inggris, dan skor TOEFL sebagai persyaratan. Esaiku ketika itu seperti esai-esai pengajuan pada umumnya yaitu berisi motivasiku mengikuti program, alasanku memilih negara dan unversitas tersebut, kelebihan yang kumiliki, dan apa yang ingin kucapai dari program tersebut. Disini perlu sedikit berbangga dengan sekecil apapun yang kita miliki, guys, karena itu yang "menjual" kita supaya menjadi nilai tambah pertimbangan untuk diberangkatkan. Kita juga bisa ceritakan hal menarik yang kita ketahui maupun hal yang ingin kalian pelajari/alami secara langsung di negara atau universitas tujuan, supaya kita terlihat antusias dan well-prepared untuk program ini. Skor TOEFL pun penting untuk teman-teman persiapkan, bahkan skorku tidak seberapa tinggi karena baru disiapkan untuk hal pendaftaran ini, huhu
Oh iya, prodi kami juga menyiapkan rancangan keuangan untuk masing-masing negara tujuan (saat itu ada Thailand, Jepang, dan Singapura), ini sesuai mata uang disana ya jadi kami konversikan sendiri ke Rupiah, sehingga kami memiliki gambaran untuk mempersiapkan uang untuk bertahan hidup selama di sana. Mungkin teman-teman bisa tanyakan hal ini ke prodi masing-masing, kalaupun tidak teman-teman bisa belajar dari kakak tingkat yang pernah mengikuti exchange di negara tujuan yang sama :)
Nah, setelah administrasi berkas selesai kita akan mendapat pengumuman untuk tahap wawancara, juga full berbahasa inggris. Secara naluriah kita akan merasa nervous ketika pertama kali wawancara seperti ini, atau ini hanya aku? haha. Merasa kurang pede pun bisa kita atasi dengan terus berlatih berbicara, teman-teman bisa membuat perkiraan sendiri apa saja yang akan ditanyakan, bertanya kepada orang yang sudah berpengalaman. Wawancara ini pun berdasarkan esai yang kita tulis, jadi teman-teman juga bisa berlatih menceritakan kembali isi esai tersebut supaya lebih yakin :)
Selama masa-masa seleksi dan sebelum keberangkatan ini akan sangat bagus jika teman-teman membiasakan berkomunikasi menggunakan bahasa inggris dengan sesama pendaftar exchange. Bisa karena terbiasa.
Setelah semua selesai hingga tahap dimana nama kita diumumkan untuk berangkat, kita sudah bisa menyiapkan berkas untuk keperluan ke luar negeri! ^^
2. Menjadi Mahasiswa Asing di Mahidol University
Kisah berlanjut ketika kita sampai di Bangkok, Thailand. School of Nursing Mahidol University terdiri dari dua kampus, yaitu kampus utama di Phayathai dan Salaya. Kampus yang kami tempati adalah Kampus Phayathai yaitu yang ditempati oleh mahasiswa tahun ketiga dan keempat, sedangkan Kampus Salaya adalah untuk mahasiswa tahun pertama dan kedua belajar tentang hal-hal dasar.
Program exchange saat itu juga melibatkan mahasiswa keperawatan dari Taiwan dan Jepang, jadi kami adalah empat negara yang menjadi satu melalui program ini. Hal ini kemudian berkaitan pada materi yang kami peroleh.
Program berjalan selama dua minggu, yang mana dalam dua minggu tersebut banyak kegiatan yang kami jalani karena weekdays kami full dari pukul 8 pagi hingga pukul 4 sore.
Program pertukaran ini dibuka dengan upacara penyambutan mahasiswa oleh Prodi. Agenda ini selain berisi sambutan juga menampilkan profil universitas sekaligus menjelaskan sistem kesehatan di negara Thailand.
Dokumentasi pribadi (dari staff)
Lalu kami diajak orientasi kampus. Hal yang membuat kagum yaitu mereka memiliki museum keperawatan sendiri! Di bawah ini salah satu spot museumnya. Di dalam museum itu menceritakan perkembangan keperawatan di Thailand hingga terbentuknya Ramathibodi Hospital dan program studi keperawatan ini, diperlihatkan juga penghargaan-penghargaan bergengsi yang diraih oleh universitas ini. Keren deh!
Dokumentasi pribadi
Ketika orientasi kita juga dikenalkan oleh kantin. Kantin disini nyaman. Disini mereka menerapkan semacam kartu debit dimana sebelum masuk akan ada loket pembelian kartu. Caranya adalah sebelum masuk kantin kita isi kartu kita dengan sejumlah nominal uang, lalu kita membeli makanan cukup menggunakan kartu tersebut. Setelah selesai makan dan minum kita kembalikan lagi kartunya dan akan menerima sisa uang yang kita bayarkan sebelum masuk tadi. Untuk peralatan makan yang selesai digunakan tentu kita bawa ke titik pengumpulan peralatan makan (jadi tidak boleh ditinggal begitu saja yaa). (waduh, ternyata ngga sempat ngefoto kantinnya guys)
Selain upacara penyambutan resmi, kami juga disambut oleh teman-teman mahasiswa Mahidol University. Kita diajak bermain game dan dikenalkan oleh kesenian tradisional, sampai-sampai disiapkan juga pakaian tradisionalnya huhu..
Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Nah, kegiatan "kuliah" kami selama program ini diantaranya seperti pengenalan sistem kesehatan masing-masing negara, sistem perkuliahan, dan ada juga diskusi kelompok. Di diskusi kelompok ini anggota kelompok diacak, sehingga tiap kelompok terdiri dari mahasiswa dari Indonesia, Jepang, dan Taiwan. Di kelompok ini kami diskusi pertanyaan yang sudah dipersiapkan yang juga sama-sama diundi gitu kasusnya.
Nah, kelompok aku mendapat pertanyaan tentang tugas registered nurse di negara masing-masing. Teman-teman dari negara lain sangat baik, kita bisa berdiskusi dengan menyenangkan (bahkan ketawa-ketawa aja waktu aku sempat salah gambar huehue terus mereka bilang ngga apa-apa bisa pakai halaman baliknya haha untung belum sampai yang nulis banyak tuh), saling bertukar ide untuk gambarnya, bertukar pengetahuan terkait perawat di negara kita masing-masing aja gitu..
Setelah diskusi, kita mempresentasikan hasil diskusinya di hadapan teman-teman dan dosennya. Kegiatannya ngga jauh-jauh dari presentasi deh, haha. Di bawah ini adalah hasil diskusi kami :D
Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi (dari staff)
Dokumentasi pribadi (dari staff)
Ada juga kunjungan ke rumah sakit Ramathibodi, hingga mempelajari manajemen beberapa bangsal seperti ortopedi, bedah, dan medik (semacam bangsal yang merawat pasien dengan penyakit saraf, respiratori, dll). Nah, Ramathibodi Hospital itu hanya bersebelahan dengan gedung Faculty of Medicine nya, masih satu area.
Dokumentasi pribadi
Selain itu, kami diperkenalkan kepada "Laryngectomy Ramathibodi Self-Help Group" (masih berada di rumah sakit universitas), group ini berkonsep terapi kelompok yang bertujuan sebagai terapi baik fisik maupun psikis dari pasien yang mendapat laryngectomy. Selain mendengarkan penjelasan dari perawat, kami juga sharing dengan pasiennya langsung.
Dokumentasi pribadi (dari staff)
Tidak kalah menarik, kami belajar tentang kegawatdaruratan, formatnya semacam workshop gitu. Kami diajarkan cara memasang collar neck, cara mengangkut pasien menggunakan spine board, dan sharing-sharing seputar kondisi di lapangan, lengkap dengan segala peralatannya. Tim paramedisnya ramah, nampak sekali antusias berbagi ilmu kepada mahasiswa exchange, menyenangkan. Oh iya, tim ini langsung dari Ramathibodi Hospital.
Seperti di Indonesia, di Thailand ada "Puskesmas" atau primary care-nya, umm kalau di schedule kami namanya "Ban Salawan Health Promoting Hospital". Disini ada dokter, dokter gigi, perawat, farmasi, dan staff kesehatan lainnya. Kegiatan di primary care ini diantaranya imunisasi, antenatal care, klinik PTM (penyakit tidak menular), family planning, dan penyuluhan2. Mereka juga menerima home visit hingga kunjungan ke sekolah ataupun tempat keagamaan.
Kemudian kami mengunjungi "Thai Traditional and Integrative Medicine Hospital". Jadi tempat ini secara resmi memproduksi obat-obatan herbal dan beroperasi sebagai klinik pengobatan tradisional juga. Begitu masuk ke gedung ini, wah.. aroma rempah-rempahnya kuat banget!
Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Sebelumnya aku bilang kalau kegiatan kami ada di Kampus Phayathai, nah tapi.. ada satu hari kami pergi ke Kampus Salaya! Yay, tentu saja, tidak boleh terlewat, karena bagaimanapun masih satu kesatuan.
Dokumentasi pribadi
Di Kampus Salaya kami berkeliling melihat-lihat Nursing Skills Lab. Lengkap, mandiri, dan.. berkelanjutan? Jadi peralatan berlatih skills disini disiapkan sendiri oleh staff, misalnya objek latihan menjahit luka (kabarnya ini dibuat oleh dosen), bubuk obat tiruan, hingga pengemasan peralatan latihan skills. Ruangannya juga luas, terdiri dari beberapa bed. Mahasiswa juga bisa berlatih mandiri ketika menjelang ujian.
Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Di atas tadi adalah beberapa kegiatan kami selama di kampus. Nah, ada satu ekstra jadwal yang menurutku kesempatan bagus banget, yaitu konferensi internasional. Jadi, konferensi internasional ini kebetulan dilaksanakan ketika kami berada di Thailand dan... Mahidol University kontribusi juga disitu yah, jadilah kami, mahasiswa exchange, didaftarkan menghadiri konferensi tersebut (yang normalnya biaya registrasinya itu mahalll). Di konferensi itu para peneliti ilmiah kesehatan mempresentasikan penelitiannya yang akan dimasukkan ke jurnal internasional, iya, peneliti-peneliti itu pun berasal dari berbagai negara. Aku sendiri menerima banyak informasi baru dari konferensi ini. Plus bonus bisa melihat peneliti-peneliti hebat itu luar biasa buatku.
Ada yang lebih bonus lagi. Opening ceremony dihadiri dan dibuka langsung oleh Yang Mulia Puteri Kerajaan Thailand huhuhu bersyukur sekali!
Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Selain kegiatan di kampus, kami juga memiliki banyak kesempatan untuk menikmati jalan-jalan Bangkok, destinasi wisata (seperti Wat Arun, Sungai Chao Phraya), pasar tradisional (seperti Chatuchak Weekend Market, Khlong Lat Mayom Floating Market), kuliner, mall, hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri di Bangkok. Sesi "liburan" akan aku ceritakan di blog berikutnya!^^ Maka sekian dulu sharing pengalamanku untuk sesi ini, sampai jumpa di tulisan berikutnya!


















Tidak ada komentar:
Posting Komentar