Sabtu, 28 Mei 2022

Lika-liku Menuju Super Show 8: Infinite Time in Jakarta

Hi readers! Welcome to my blog. Kali ini aku akan tulis mengenai perjalanan aku pergi ke Tangerang untuk datang menonton konser K-Pop yaitu Super Show 8 in Jakarta. Yups, aku ELF (Everlasting Friends; fandom Super Junior). So excited! Aku menulis ini dalam rangka mengenang masa-masa itu kembali setelah dua tahun terjadi pandemi dan tidak ada konser internasional. Ditambah lagi konser ini adalah kali pertamaku untuk memproses segalanya sendiri. Tulisan ini dibuat dengan mengorek kembali history email, DM instagram, sampai cari history chat WA yang ternyata udah hilang haha

Pertama, aku akan intro dulu tentang Super Show. Itu adalah tajuk konser suatu boygroup K-Pop yaitu Super Junior. Dimulai tahun 2008 di Seoul, selanjutnya Super Junior secara rutin menyelenggarakan Super Show setiap tahun setelah periode comeback album. Dalam perjalananannya, Super Show diselenggarakan di Korea Selatan, dilanjutkan di beberapa negara di Asia serta Eropa dan Amerika.


  • PENGUMUMAN KOREA
Pada bulan Agustus 2019, Super Junior mengumumkan akan memulai tur konser Super Show 8. Konser akan dimulai pada tanggal 12 Oktober 2019 di Seoul, Korea Selatan. Super Junior mengangkat tema Infinite Time pada konser ini sesuai dengan album comeback mereka yaitu Time Slip. 

 

  • PENGUMUMAN INDONESIA
Antusiasme para ELF mulai terlihat, tak terkecuali di Indonesia. Kami sangat mengantisipasi adanya Indonesia dalam daftar konser ini meskipun konser sebelumnya yaitu Super Show 7S baru saja digelar di Indonesia beberapa bulan ke belakang.

Benar, pada 29 November 2019, Dyandra Global (salah satu promotor konser di Indonesia) mengumumkan melalui akun media sosialnya bahwa Super Junior akan mampir ke Indonesia dalam gelaran "Super Show 8: Infinite Time in Jakarta" pada 11 Januari 2020 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. It's the time! Aku excited saat itu juga walaupun belum diungkapkan pricelist.


Pricelist dibagikan pada tanggal 2 Desember 2020 dan ticketing dimulai pada tanggal 6 Desember 2020. By the way, aku akan mulai sebut konser ini dengan SS8.


Saat itu aku adalah seorang mahasiswa rantau yang berkuliah di Yogyakarta dan sedang dalam proses menyusun skripsi. Pengambilan data dijadwalkan selama bulan Desember, dengan arti batas akhir untuk mendapatkan responden adalah tanggal 31 Desember 2020. Oleh karena itu, aku berani mengambil kesempatan untuk SS8 ini. 

  • PILIH POSISI!
Seketika pricelist diumumkan, aku mulai menimbang di section mana aku harus berada. Masih dalam tahap menimbang karena aku belum berani ambil section dengan harga paling tinggi haha. Awalnya pikiranku langsung tertuju pada section seating tengah, namun aku paham kondisi ELF haha, pasti section seating akan banyak peminat. Maka penting untuk memiliki opsi kedua. 

Dalam rentang waktu menuju ticketing aku pun mulai riset, haha riset, iya riset untuk tau dimana seorang Lee Donghae akan banyak berdiri. Aku cari mulai dari setlist lagu, koreografi, sampai fancam-fancam SS8 yang sudah terselenggara. Ini penting guys karena sesi ment (ngobrol) sampai posisi berdiri pun sudah ditentukan karena ada beberapa lagu dimana member menyebar. Misalnya pada lagu Mamacita, member akan disebar di beberapa titik dan Donghae akan banyak berdiri di panggung sebelah kiri. Itulah salah satu contohnya, begitu pun hasil pengamatanku menunjukkan bahwa Donghae akan banyak berada di panggung sebelah kiri. Maka opsiku adalah section Tribune E dan Time D.

  • TICKETING
Sampailah pada hari Jumat, 6 Desember 2019, ticketing day! Di kesempatan ini Dyandra bekerjasama dengan Traveloka sebagai agen ticketing. Dyandra menyediakan website khusus untuk book tiket yang terintegrasi dengan Traveloka, jadi kita harus punya akun Traveloka terlebih dahulu karena nanti segala keperluan tiket kita akan diurus oleh Traveloka.

Ticketing dimulai jam 4 sore WIB. Kebetulan hari itu juga aku full kelas dari pagi sampai sore di kampus. Salah seorang teman, meski dia bukan ELF, dia berbaik hati menawarkan bantuan war tiket di kelas huhu iya kita war di kelas. Dari yang awalnya dia menanyakan apa aku mau nonton, lalu kuiyakan, berakhir dia berkata "yuk aku bantu war! kamu mau yang mana?" aku jawablah Tribune E. Kemudian dia meminta data diriku. Jam sudah menunjukkan pukul 4. Meski duduk berjauhan di kelas, tapi aku tetap saling chat dengan temanku itu. Selang 5 menit, simsalabim, TEMANKU DAPET! Tribune E! Sementara dia nge-war tadi, aku malah dapet antrian lamaaa banget, kayak susah gitu loh. Udah tuh temanku kirim detail tiket biar cepetan dibayar. Makasih banyak huhu :(

Selang 10 menit, aku mendapat email dari Travel untuk menyelesaikan pembayaran sebelum pukul 20.35. Disitu aku merasa tenang karena jarak masih lama dan aku ada SMS banking. Aku lupa kalau limit transfer SMS banking adalah Rp1 juta. Jadilah asal transfer, udah tentu gagal dong. Bolak balik cek saldo tidak berkurang, mutasi tidak ada pergerakan. Di tengah kuliah aku panik selama hampir 1 jam. Sampai akhirnya kuliah selesai jam 5 sore, aku langsung keluar kelas sekalian jalan pulang, tentu saja aku sampaikan terimakasih kepada temanku itu. Dengan tanpa dosanya aku menelpon CS bank haha di tengah perbincanganku dengan CS, aku tersadar bahwa jumlah yang kutransfer melebihi limit. Spontan kusampaikan hal itu dan kuakhiri perbincangan dengan CS tersebut. Maaf ya mas CS, merepotkan huhu. 

Segera aku meluncur ke salah satu ATM di dalam area fakultas, aku segera berusaha menyelesaikan pembayaran Tribune E itu, dan.. TRANSAKSI GAGAL. Jelas kaget banget dan sempet bingung kenapa gagal. Di layar ATM tertulis salah nomor tujuan dan transaksi gagal. Kaget banget dan bingung waktu tau itu. Tapi tetap aku coba transfer sesuai detail tiket dari temanku tadi. Bisa ditebak, transaksi kembali gagal. Aku pikir untuk coba pindah bank. Maka aku segera menuju bank yang ada di luar.

Langsung saja kupercepat langkah ke parkiran motor, berpapasan dengan dua kawanku yang lain, mereka mengajakku untuk makan bareng sebelum pulang ke kosan, tapi kutolak dengan mengatakan aku mau proses ticketing dan sedikit menceritakan kendala yang terjadi. Mereka memahami dan menyemangatiku, lalu kita berpisah, mereka berdua makan sedangkan aku menuju ATM. Aku ingat sekali, detik itu tiba-tiba turun rintik hujan kecil. Untungnya jarak antara kampus dengan bank tidaklah jauh. 

Sampai di bank, aku langsung memproses tiket Tribune E via ATM. Transaksi gagal. Tidak ada konfirmasi di email bahwa tiket itu sudah issued (berhasil dibeli). Karena gagal, aku ulang pembelian tiket pakai HP. Sendiri. Di bank. Hujan. Mendekati waktu maghrib.

Aku lari ke opsi kedua yaitu Time D yang syukur masih tersedia. Masih sambil berpikir kenapa tadi bisa gagal padahal waktu masih banyak, aku cepat-cepat melakukan transaksi untuk Time D. Tentu saja aku mendapat email dari agen untuk menyelesaikan pembayaran. Kali ini tertulis sebelum 6 Desember 2019 pukul 18:13. Aku lupa bagaimana pikiranku saat itu. Tapi singkat cerita aku berhasil dapat Time D. Aku lega banget, serasa beban di pundakku terangkat. 

Namun lika-liku lain masih mengintai! Selesai transaksi, aku langsung cek saldo dan mutasi, betapa terkejutnya aku ketika tau ada nominal sebesar harga Tribune E di nota mutasi tersebut. Makin terkejut waktu tau ternyata saldo awal dan saldo akhir selisih besar. Udah deh pulang ke kos dulu. Sampai di kos, langusung berhitung. Setelah kuhitung, ternyata itu berasal dari 2 kali transaksi Tribune E dan 1 kali transaksi Time D (di nota hanya tertera 1 harga Tribune E, tau lah karena kertasnya kecil). 

Jam 19.27 masuk email dari Travel yang memberitahu bahwa payment untuk Tribune E belum diterima dan harap menyelesaikan pembayaran sebelum 6 Desember 16:35. DISITU AKU SYOK. Ternyata batas waktu yang sebenarnya untuk menyelesaikan transaksi adalah 30 menit. Aku juga nggak paham kenapa bisa tertulis 20:35 di email awal tadi. Padahal jelas di email Time D diberi waktu 30 menit untuk menuntaskan transaksi.

Jam 19:52 aku mengirim email kepada Travel tentang masalah tadi. Email itu cepat dibalas dengan memintaku mengisi beberapa detail seperti kode booking, jumlah yang dibayarkan, tanggal, dan lain-lain beserta bukti pembayaran. Aku balas email tersebut dengan berkata akan meminta bank untuk mencetak riwayat transaksi. Dari Travel menyarankan untuk melakukan sanggah transaksi atau koreksi debit ke bank. Komunikasi di email malam itu selesai disitu. 

Hari Senin, 9 Desember 2019. Seperti yang sudah direncanakan, siangnya aku pergi ke bank untuk mencetak rekening koran dengan menceritakan masalah yang terjadi. Sorenya, aku kembali mengirim email kepada agen ticketing berisi detail data beserta bukti transaksi yang kubuat sedetail mungkin. Sama seperti sebelumnya, mereka membalas emailku dalam waktu yang cukup singkat. Mereka menerima bukti pembayaran dan singkatnya akan kembali dalam estimasi waktu 2-14 hari kerja dan sekali lagi menyarankan untuk melakukan sanggah transaksi. 

Entah bagaimana lagi, tanggal 18 Desember 2019 aku baru menghubungi bank untuk sanggah transaksi. Pihak bank menjawab bahwa laporan masih dalam proses dan untuk proses laporan maksimal 20 hari kerja. Jika laporan sudah selesai maka akan diinformasikan melalui pesan singkat ke nomor ponsel. 

Waktu berjalan beberapa hari, singkat cerita, aku mengetahui bahwa dana yang tertolak kemarin sudah kembali. Disitu merasa saaangat lega. Jadi penting bagi kita untuk memperhatikan detail dan riset terkait pengalaman sebelumnya dari orang lain, khususnya S&K ticketing yaa.

  • TRANSPORT
Pembayaran sudah, sekarang ayo kita cerita tentang transportasi. Dari awal, rencanaku untuk berangkat ke ICE adalah dengan ikut trip (perjalanan serombongan fans menuju venue konser). Aku punya keyakinan besar bahwa di Jogja terdapat ELF dalam jumlah yang mencukupi untuk dibukanya trip. Maka, aku cepat-cepat mencari trip melalui twitter dan instagram. Akhirnya aku nemu sebuah akun kpop trip, mereka sudah pengalaman untuk trip konser untuk SS7S, EXO, Wanna One, dan lainnya. Segera aja aku isi form yang disediakan, lalu masuk ke dalam grupchat rombongan trip gituu. Ternyata sudah banyak yang masuk. Aku pilih kursi, untungnya posisi kursi yang biasa kupilih masih tersedia. Transport done~ Lega.

Dengan trip ini kita berangkat naik bus tipe bus pariwisata gitu. Fasilitas di dalam bus full AC, listrik untuk charge HP, TV untuk nanti kita nyanyi bareng. Sudah termasuk toll dan parkir. Trip ini juga menyediakan fasilitas makan. Kita bisa pilih mau makan 1x atau 2x. Makan pertama kita ada di rest area daerah Semarang kalau nggak salah, disitu ternyata disediakan prasmanan untuk rombongan kita. Di rest area itu kita bisa beli snack, ke mushola, ke toilet, selayaknya rest area pada umumnya deh yaa. Selanjutnya makan kedua kita ada di sekitar venue dengan nasi box. Nah, waktu udah sampai Jakarta, kita berhenti lagi dan dipersilakan untuk mandi, rapi-rapi, dan dikasih snack plus minuman hangat. Seru deh. Trip ini juga kasih kita kit gitu berupa totebag, poster, dan tanda pengenal rombongan trip. Lucu deh, pokoknya kita ready to nonton konser haha. Perjalanan PP Jogja-ICE ini seharga Rp300 ribu untuk 2x makan. Worth it! 

Selesai pengambilan data aku sempet pulang dulu ke rumah, jadi untuk berangkat ke ICE aku harus berangkat ke Jogja lagi. Berangkat dari rumah tanggal 9 Januari, sore jam 3 dan sampai Jogja malam jam 7. Aku sadar perjalanan ini butuh tenaga yang banyak, maka aku pilih untuk stay di kosan dulu satu malam.

Jadwal trip berangkat adalah tanggal 10 Januari 2020 jam 4 sore. Titik kumpul keberangkatan ada di daerah Kantor Balaikota Jogja. Waktu aku sampai, sudah banyak ELF duduk berjajar di dekat bus. Aku ikut bergabung dan mengobrol. Sampai rombongan lengkap dan meninggalkan Balaikota adalah sekitar jam 4.15. Perjalanan terasa seru karena playlist Super Junior langsung diputar dan kita berlatih fanchant. Makin asik saat sudah mulai gelap, lampu bus dinyalakan berwarna biru seperti biru pearl sapphire. Hingga kita sampai di rest area sekitar pukul 9 malam, kita makan malam disana. Kita berhenti sekitar 1 jam, jadi kita punya waktu untuk ke toilet dan sholat yang kebetulan antre ramai. Setelah beres semuanya, kita lanjut perjalanan. Hingga lama kelamaan kita tertidur. Kemudian bus kembali berhenti, ternyata sudah pagi dan sudah ada di Jakarta. Aku lihat sudah jam 4 pagi. Kita berhenti di suatu tempat yang tampaknya restoran. Disana kita mandi, siap-siap, sholat subuh, lalu menyantap snack dengan minuman hangat. Agak ribet ya karena kita antri sampai bercermin itu perlu gerak cepat dan tidak boleh meletakkan barang sembarangan. Tapi disitulah serunya perjalanan rame-rame. Kita melanjutkan perjalanan jam 6 dan sampai di ICE jam 8 pagi!

  • SAMPAI DI ICE BSD
Lokasi tujuan kita tercapai! Bersyukur kita bisa sampai dengan selamat. Sebelum menuju venue, kita makan bersama terlebih dulu. Kita duduk berkumpul sambil mengobrol. Asik banget. Dari situ aku tau ternyata ada yang lebih muda, masih kuliah semester 2. Nah, inilah serunya ikut trip, jelas jadwalnya, jelas akomodasinya, jelas orangnya karena rame-rame dan pakai tanda pengenal. Selesai makan, kita sempatkan foto bersama.

Waktu sedang bersiap-siap di dalam bus, aku bertemu seorang teman yang ternyata kita satu fakultas. Terlebih lagi kita satu angkatan, haha. Aku memang kurang mengenal mahasiswa prodi lain di fakultas. Begitu tau kalau kita dari asal yang sama, langsung aja deh jalan ke venue berdua sampai redeem tiket di booth. Sebenernya kami beda section, antrian section kita juga beda. Jadi, ada pengelompokan antrian untuk ke gate section Infinite & Time dan gate section Tribune & Festival. Nah, aku ada di Time sedangkan dia di Festival.


(Sebelum masuk kita duduk istirahat disini dulu)

Antrian sudah mengular panjang dan akhirnya aku menemukan ujungnya, masuklah aku ke antrian. Sebenarnya open gate jam 12, tapi banyak yang sudah ada di lokasi sejak subuh, aku sendiri mulai mengantri sekitar jam 10. Hari itu agak cemas juga karena cuaca cenderung berawan, agak-agak mendung, dan benar saat open gate sedikit gerimis. Tenang, kita akan terduduk kok waktu menunggu open gate. Sesekali berdiri karena terkadang tiba-tiba ada pengaturan antrean. Nah, disana kita bakal bisa kenalan sama ELF lain dan bisa ikut antri freebies! Saat menunggu open gate ini memang usahakan tidak meninggalkan tempat jika kita seorang diri. Perlu kawan lain untuk menjaga tempat kita jika kita mau keluar antrean. Tapi kalau keluar cuma buat minta freebies di dekat situ sih nggak masalah ya aku kemarin hihi. 


Yang di atas ini gambaran awal dari jalan masuknya. Udah keliatan seberapa banyak manusia di entrance gatenya. Objek tenda di sebelah kanan itu gate masuk venue.



Aku udah dapet posisi sejauh ini sama tanda entrance gatenya. Kelihatan ya langitnya mencemaskan gitu huhu


Penampakan ujung antrian. Ternyata ada Choi Siwon lagi jualan mi instan haha. Nah di belakang ini suka ada kakak-kakak bagi-bagi freebies, jadi kalau tempat kita ditinggal sebentar tuh nggak masalah karena kita masih bisa ingat dimana posisi awal kita.

  • FINALLY THE GATE IS OPEN!
Langit semakin mendung tapi akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba. Open Gate. Disitu mulai kelihatan manusia-manusia yang berdesakan ingin segera masuk. Di gate itu baru kelihatan ada sekat-sekat antrian karena kita akan diperiksa sampai ke dalam tas ya. Promotor akan bagi peringatan untuk apa yang diizinkan dan apa yang dilarang beberapa hari sebelum hari-H. Jadi kita cukup patuhi aja. 

Waktu itu aku hanya membawa tas ransel kecil berisi HP, powerbank, dompet, mukena, air mineral kecil, dan roti-rotian kecil, malah ada onigiri aku bawa haha, dengan anggapan akan bisa habis termakan selama antri tadi. Loh, kok nggak ada lightstick? Karena aku udah bikin janji mau pinjam lightstick ELF lain guys :") Jadi itu aja barang bawaanku buat ke venue.

Di gate juga sudah disediakan handbanner dan bendera merah putih kecil untuk persiapan project. Jadi fanbase mengatur agar ELF bisa langsung ambil kelengkapan project itu sekali waktu saat masuk gate. Bisa dibayangkan yaa, kita antri, mulai masuk antrian yang disekat, kita diperiksa satu per satu oleh petugas, kita ambil kelengkapan project yang sudah disediakan, jika sudah clear kita LARIIIII. Jalan pun bisa sih haha tapi buat kaum-kaum pengejar "mepet pager" lari itu harus! haha


Foto di atas diambil waktu sudah mendekati gate. Terlihat yaa semakin gelap langitnya


Akhirnya masuk! Ademmm, enak banget, setelah berpanas-panas dan berdesak-desakan lalu bisa duduk dan baris rapi. Di atas ini adalah barisan para penonton Time D, yang di ujung sana kalau tidak salah Festival J. Pintu masuk kita buat ngonser ada di sudut sana guys.


Nah, kalau foto di atas ini adalah barisan penoton Time ABC, Festival S, dan yang pualinggg ujung adalah Infinite A & B. Masih lumayan lengang waktu aku masuk yaa


Di belakang ada banyak stand jajanan guys, jangan khawatir kelaparan pokoknya mah. Ada photobooth juga. Kalau datang bareng temen bisa tuh main-main kesana. Cara untuk keluar dari antrian ini adalah bisa dengan menitipkan project kit kita ke ELF sebelah, bisa dicoba. Disini aku berkenalan dengan kakak ELF yang kebetulan datang sendiri juga, seneng bangett ada temen ngobrol dari jam 12 sampai jam 2 siang. Sembari menunggu kami keluar antrian, sholat dulu guys.
  • VENUE DIBUKA, AYO NGONSER!
Jam saat itu menunjukkan pukul 2 siang, petugas mulai tampak, dan yaps kita masukkk! Kita angkat tangan kita yang terpasang wristband tiket, lalu LARIII. Lagi-lagi lari guys demi "mepet pager depan" haha. Lagi-lagi terasa lega karena di dalam sini adem dan kita bisa duduk ngemper lagi. Masih ada waktu satu jam.


Ini foto darisudut pandangku seketika masuk. Tapi entah gimana akhirnya aku agak termundurkan beberapa langkah huhu tapi tak masalah karena oppa tetap tampak paripurna.


Itu adalah gambaran Tribune dari posisi Time D, agak sedikit kelihatan juga kita berseberangan dengan Infinite yang di dalam "kolam" itu.

YAP, sepanjang satu jam kita disuguhkan alunan lagu Super Junior tentu saja. Seketika jam menunjukkan pukul 3 sore, lampu dipadamkan, lagu "Song For You" sudah diputar, tanda konser akan segera dimulai. Then we enjoy the concert!
  • Some pics: 









Tidak ada komentar:

Posting Komentar