Jumat, 11 Februari 2022

Glamping with bestie di Magelang! Linggarjati Joglo

Halo, semuanya, di postingan ini aku ingin ceritain pengalaman liburan bareng temen-temen terbaikku. Lingkaran ini terdiri dari lima orang manusia dengan karakter berbeda, mereka adalah Dindun, Sunny (dibaca, suni), Shin, Yas, dan aku (Ule). Kami telah melalui delapan semester pendidikan sarjana dan dua semester pendidikan profesi. Setelah lama belajar, kemudian terbesit perasaan ingin staycation dari Shin. Kebetulan, aku dan Shin satu kosan. Setelah belajar bersama untuk persiapan uji kompetensi, aku celetukkan hal itu ke temen-temen "Guys, Shin pingin staycation nih," yang kemudian ditimpali dengan semangat oleh mereka "AYOOO!!!"

Yas dengan keahliannya mencari destinasi tempat menginap pun menemukan sebuah lokasi menarik dari platform TikTok. Bertitik di Desa Kaliangkrik, Magelang, di kaki Gunung Sumbing, berjarak tempuh sekitar 1 jam 30 menit dari DIY (daerah Sleman atas), tempat itu bernama Linggarjati Joglo. Konsepnya glamping, jadi antar room dibangun terpisah gitu..

Setelah dilakukan diskusi panjang dan memperhatikan ketersediaan room maka ditetapkan kami pergi pada tanggal 9-10 Desember 2021. Kami mulai menyusun rundown dua hari, merencanakan outfit, dan menyiapkan ransel. Kendaraan yang kami pilih adalah sepeda motor. Aku dengan Shin, Sunny dengan Yas, dan Dindun dengan sepeda motornya sendiri. Rumah Dindun menjadi titik keberangkatan karena posisinya yang lebih dekat dengan Magelang. Kami berempat sampai di rumah Dindun sekitar jam 1 pagi. Sebelum berangkat, kami mengobrol, berkonten, makan, dan ibadah. Kemudian jam 1 siang kami doa bersama dan berangkat ke Magelang.

Kami bersyukur berangkat dengan cuaca cerah. Dengan membawa sepeda motor, mengenakan jaket, berboncengan membawa tas ransel dan totebag kami sudah persis seperti orang-orang mudik lebaran haha. Sebetulnya sudah ada ide dari Yas untuk menyewa mobil, namun ada jiwa-jiwa hemat yang mendorong untuk menekan pengeluaran. Kami menelusuri jalanan dataran tinggi menuju lokasi dengan mengandalkan Google Maps.

Hingga sampai di sekitar 4 km dari lokasi, mulai terasa tetesan air jatuh dari langit. Semakin jauh kami berjalan hujan pun semakin deras, kami menepi untuk memakai jas hujan. Penting untuk diperhatikan, siapkan jas hujan di tempat yang mudah dijangkau sewaktu-waktu dan gunakan alas kaki yang mudah kering apabila kebasahan karena aku sendiri malah memakai sepatu namun tidak membawa sandal:")

Sempat bingung dengan arahan dari Google Maps yang sinyalnya semakin tipis, kami sampai di titik yang diberitahu oleh Admin penginapan. Admin akan memberi arahan pada H-1 check-in. Sebuah jalan menanjak dan berbatu yang merupakan cabang dari jalan utama (aspal). Dengan masih kehujanan kami memacu motor kami agar tetap naik dan menuju lokasi. Rasanya seperti work-out 30 menit. Jadwal olahraga yang diselipkan pada rundown besok pagi pun kami hapus karena saking lelahnya kami hanya ingin bangun pagi dengan bersantai haha. Akhirnya kami sampai pada tujuan dengan selamat dan check-in! Yeay! Disini kami memilih family room yang dibanderol harga Rp545000/malam dan satu paket barbeque seharga Rp64000. Tempat ini menyediakan tiga tipe kamar dan tersedia juga tiga paket barbeque dengan variasi isi, berat, dan harga yang berbeda.

(dokumentasi pribadi)
kami bener-bener hujan-hujanan buat nyampe sini! jujur capek but still senyum kiyowo

(dokumentasi pribadi)
ini dia guys tempatnya! mendung

(dokumentasi hp Yas)
kantin sekaligus tempat check-in begini guys bentukannya~ sangat jowo bukan

Masuk ke room, kita cek-cek air, fasilitas, dan tentunya membersihkan badan yang lembab ini karena kebasahan air hujan. Oh iya guys, begitu check-in kita masing-masing akan dapat amenities set (sabun, sampo, pasta gigi, sikat gigi) dan satu botol air mineral.

Setelahnya, kami beribadah lalu ke kantin membeli makan, kebetulan hujan sudah berhenti dan kami sangat kelaparan haha. Kantin disini menyediakan beberapa menu sederhana seperti mi instan, nasi soto, nasi goreng, dan beberapa minuman standar seperti teh, kopi, soda, dan lainnya. Kita bisa menyantap makanan di kantin ataupun di gazebo agar terasa lebih private. Keduanya sama-sama menghadap ke arah pemandangan di perkebunan dan pegunungan.

(dokumentasi pribadi)
ini dia family room, cukup untuk kami berlima

(dokumentasi pribadi)
ini pemandangan seketika buka pintu, yang di depan itu mushola guys~

(dokumentasi pribadi)
masih pemandangan ketika membuka pintu, tapi sebelah kanan

(dokumentasi pribadi)
Gunung Sumbing guys! dengan penampakan glamping roomnya, family room yang kanan ya

Menu yang kami pesan kala itu mi kuah instan (Dindun, Yas) dan seblak (aku, Shin, Sunny), yang jujur saja si seblak tidak menyelesaikan masalah kelaparan kami. Jadiii habislah tiga orang yang sudah makan seblak, memesan kembali mi instan T.T akhirnya kami pun kenyanggg. Makan makanan hangat dan berkuah di dataran tinggi memang yang terbaik! 

(dokumentasi hp Sunny)
tampilan mi instan dan seblaknya guys~ masing-masing seharga Rp10000

Langit sudah mulai cerah meskipun jam menunjukkan pukul 5 sore. Kami berfoto bersama langit sore dan syukurnya mendapat momen matahari terbenam. Sewaktu di jalan kami sudah sempat khawatir kalau tidak bisa mendapati sunset, ya ketika itu langit senja memang sedang cantik-cantiknya. 



(dokumentasi pribadi)
mulai gelap, lampu mulai nyala~!

Seketika suasana semakin gelap, udara semakin dingin. Puji-pujian menjelang adzan maghrib sudah terdengar, maka kami segera masuk ke room. Ketika adzan berkumandang kami segera melaksanakan ibadah maghrib, membaca Quran bersama, dilanjut ibadah isya. Tidak lupa tentu saja kami mengabadikan kekonyolan-kekonyolan yang terjadi di selang waktu itu.

(dokumentasi hp Sunny)

(dokumentasi pribadi)

Barbeque set sudah siap di gazebo. Kami pun keluar untuk menyantap daging-daging yang lembut disertai kelap kelip lampu malam di kota Magelang di bawah sana. Kami makan dengan riang gembira walaupun udara dingin merasuk sampai ke tulang (sekitar 17 derajat Celcius, ya, kami sudah kedinginan dengan suhu segitu). Kami kembali ke kamar di jam 9 malam. Kami bersih-bersih badan, menyiapkan kasur, bermain kartu UNO yang sudah kami relakan bawa dari Jogja, dan kemudian tidurrr...


(dokumentasi pribadi dan hp Sunny)
detail daging dan gramnya aku lupa ga save pricelistnya guys, tapi satu set ini cuma 64 ribu udah puas kenyang daging~! termasuk panggangan, selada, bawang-bawangan, saus-sausan

Sekitar jam 4 pagi kami bangun, menyadarkan diri, lalu ibadah subuh. Rasa kantuk yang tidak kunjung hilang dan suhu yang saaaangat dingin, membuat  kami masih ingin leyeh-leyeh sambil mengantri mandi atau sekedar cuci muka. Saat itu Sunny sudah bilang kalau matahari sudah terbit dan tampak indah, tapi tetap saja kami menunda sampai jam 7 kami baru siap segalanya :") Ya, pemandangan sunrise terlewatkan. 

(dokumentasi pribadi)
Selamat pagi dunia~!


(dokumentasi pribadi)
pagi-pagi kabutnya datang dan pergi guys~ terlihat kan perbedaannya? Dingiiin


(dokumentasi pribadi)
foto ini diambil ketika sudah agak siang, sekitar jam 9-10, udah mulai kelihatan langit cerahnya~

Pagi itu kami mengenakan outfit dengan dresscode warna coklat muda. Pagi itu kami isi dengan makan, berfoto, membuat video, berkonten TikTok, pokoknya berkeliaran kesana-kemari di area glamping. Dindun dan Sunny sempat menyusuri kebun sawi, kami juga berfoto di tengah jalan di sisi perkebunan, untung kebun sedang sepi petani saat itu. 

(dokumentasi hp Sunny)
Nah, kita boleh kok jalan-jalan di kebun gini, asal menjaga lingkungan ya~! 

Untuk sarapan, kami memilih nasi soto (Rp12000), teh (Rp4000), dan beberapa gorengan (tempe mendoan Rp5000/4pcs dan tahu susur Rp5000/4pcs). Nasi soto dan gorengannya enakkk, bisa jadi rekomendasi menu makan kalau ke tempat ini. Cuaca yang amat dingin, ditemani makanan hangat adalah sempurna~

(dokumentasi pribadi dan hp Sunny)
Menawan banget kaaan gorengannyaaa T.T

(dokumentasi pribadi)
Setelah berfoto-foto ria, lagi-lagi kami jajan es sambil ada yang berkonten~

Kami memantau jam, memutuskan untuk kembali ke kamar jam 10 karena kami masih ingin rebahan sebelum check out jam 12 nanti.

(dokumentasi hp Yas)
tadaaa~ bersyukur banget bisa glamping bareng kankawan yang pantang menyerah ini!

Kami pun kembali ke Jogja jam 1 siang, setelah sholat dzuhur. Beruntung cuaca saat itu cerah, sehingga perjalanan pulang kami berjalan aman~ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar